Ahli Kulit Ingatkan: Tren Skincare Overdosis Picu Masalah Kulit
Rahasiakulitmulus – Ahli Kulit Ingatkan masyarakat untuk lebih bijak menyikapi tren skincare berlapis yang kian viral di media sosial. Dalam beberapa waktu terakhir, platform seperti TikTok dan Instagram di penuhi konten rutinitas perawatan wajah dengan lima hingga sepuluh produk sekaligus. Alih-alih mendapatkan kulit mulus dan glowing, banyak pengguna justru mengalami iritasi, jerawat, hingga kerusakan lapisan pelindung kulit.
Fenomena ini menjadi sorotan karena tren kecantikan digital sering kali menampilkan hasil instan tanpa menjelaskan risiko jangka panjang. Ahli Kulit Ingatkan bahwa kulit memiliki batas toleransi, dan terlalu banyak bahan aktif dalam satu waktu dapat memicu reaksi negatif yang tidak diinginkan.
Tren Skincare Berlapis dan Efek Sampingnya
Menurut para dermatolog, penggunaan skincare secara berlebihan dapat mengganggu skin barrier atau lapisan pelindung alami kulit. Lapisan ini berfungsi menjaga kelembapan dan melindungi kulit dari bakteri serta polusi. Ketika terlalu banyak produk digunakan—terutama yang mengandung bahan aktif kuat seperti retinol, AHA, BHA, atau vitamin C—kulit berisiko mengalami kemerahan, perih, hingga pengelupasan berlebihan.
Ahli Kulit Ingatkan bahwa tidak semua kulit cocok dengan tren yang viral. Kondisi kulit setiap orang berbeda, sehingga meniru rutinitas influencer tanpa penyesuaian justru berbahaya. Banyak kasus menunjukkan bahwa keinginan mendapatkan hasil cepat membuat pengguna mengabaikan prinsip dasar perawatan kulit yang aman.
“Burnout Dokter Keluarga Melonjak, Layanan Primer Tertekan”
Media Sosial dan Obsesi Kulit Glowing
Media sosial berperan besar dalam membentuk persepsi tentang kecantikan modern. Video before-after berdurasi singkat sering kali mendorong ekspektasi tidak realistis. Kulit glowing di gambarkan sebagai hasil dari banyaknya produk yang di pakai, bukan dari konsistensi dan pemahaman kondisi kulit.
Para ahli menilai tren ini turut memicu perilaku konsumtif dan eksperimen berlebihan. Ahli Kulit Ingatkan bahwa edukasi yang tidak seimbang di media sosial bisa menyesatkan, terutama bagi remaja dan pemula skincare yang belum memahami reaksi kulit mereka sendiri.
Kembali ke Prinsip Skincare yang Lebih Sederhana
Sebagai respons, para dermatolog menganjurkan pendekatan skincare minimalis. Pembersih wajah, pelembap, dan tabir surya di nilai sudah cukup untuk menjaga kesehatan kulit sehari-hari. Produk tambahan sebaiknya di gunakan secara bertahap dan sesuai kebutuhan kulit, bukan sekadar mengikuti tren.
Selain itu, konsultasi dengan tenaga profesional sangat di sarankan sebelum mencoba rutinitas baru. Ahli Kulit Ingatkan bahwa perawatan kulit seharusnya berfokus pada kesehatan jangka panjang, bukan hasil instan yang berisiko.
Tren boleh datang dan pergi, tetapi kesehatan kulit tetap menjadi prioritas utama. Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat di harapkan lebih kritis dalam memilih produk dan tidak terjebak pada tren skincare overdosis yang justru merugikan.
